Header Ads

Semua Tentang Batak - Batak Network

Pilkada Siantar 2015: Beban Walikota Mendatang

BECAK SIANTAR - Sudin Maurid Sitindaon salah satu anggota forum Komunikasi Facebooker Anak Siantar (AS) menuturkan beberapa Gambaran kondisi Kota Siantar saat ini. Hal ini merupakan sebuah hasil identifikasi dari pertemuan dengan seorang bakal calon (balon) Walikota Siantar. Mungkin atau barangkali bisa menjadi acuan kedepannya.

Pilkada Siantar 2015: Beban Walikota Mendatang

Adapun Gambaran Kota Pematang Siantar tersebut sebagai berikut:

  1. Kota P. Siantar letaknya sangat strategis secara geografis namun jalur alternatif dan penghubung dengan wilayah lain telah rusak (Jalan Rusak) satu-satunya jalan yang tidak rusak adalah jalan trans Sumatera
  2. Ikon kota Siantar sebagai kota perdagangan dan transit kehilangan ruh, hal ini bisa dilihat pergeseran hilangnya industri kreatif, hilangnya beberapa sentra perdagangan seperti sentra perikanan di Simpang Dua, sentra perdagangan beberapa produk pertanian juga hilang.
  3. Trias politika bahkan semua lini hingga tukang parkir yang ada di kota Siantar rusak oleh sistem voucher, dan sistem setoran.
  4. Kota Siantar seolah hidup di zaman batu karena hampir di setiap instansi buta IT. Begitu banyak dunia telekomunikasi dan televisi di negara ini seakan tidak berminat untuk memenuhi kewajibannya untuk memberikan layanan jasa terbaiknya.
  5. Eksekutif maupun legislatif tidak berhasil meyakinkan pusat untuk mendapatkan Pendapatan Asli Daeah (PAD) yang cukup untuk membiayai kota Siantar sehingga besar pasak dari tiang.
  6. Pusat perdagangan dan perekonomian yang hanya terpusat di jalan-jalan protokol, seperti Jl. Sutomo, Jl. Merdeka, Jl. Cipto dan beberapa luas jalan lainnya telah membuat Kota Siantar menjadi sebuah kota yang berpredikat macet.
  7. Kota Siantar juga seakan kehilangan ruhnya sebagai Pota Pelajar bagi masyarakat dan warga wilayah sekitar.
  8. Kota Siantar juga kehilangan ruhnya menjadi kota investasi baik investasi lokal maupun luar.
  9. Kota Siantar juga ditinggalkan oleh warganya yang berusia produktif.
  10. Di saat harga air PAM yang mengalami kenaikan, harga begitu signifikan agaknya tanpa melewati tahapan efisiensi.
  11. Krisis PLN yang melanda Sumut secara khusus Siantar seolah hanya menjadi tanggungjawab pemerintah pusat. Padahal berbagai efisiensi bisa dilakukan baik ditingkat pemerintahan daerah maupun masyarakatnya.
  12. Minimnya pembinaan terhadap pemuda-pemudi AS dan hilangnya prestasi di bidang olahraga jelas terlihat karena minimnya pembinaan, even-even olahraga.

Point-point di atas menjadi Beban Walikota Mendatang. Oleh karena itu, jika ada Balon yang bisa membenahi dan memperbaiki kondisi Kota Siantar, diharapkan untuk memperhatikannya dan memprioritaskannya dalam mengemban Misi dan Visinya kelak jika terpilih menjadi Walikota Siantar.

Harapan kami AS selamat berjuang, Tugas Menanti Anda. [BS]
loading...

No comments

Berkomentarlah Sesuai Topik. Jangan pasang link atau link tersembunyi di dalam komentar, karena akan kami hapus (pilih Name/URL bila ingin menuliskan URL / Link anda). Kami tidak betanggung jawab Isi komentar anda, oleh karena itu, berlakulah sopan.

Powered by Blogger.