Header Ads

Semua Tentang Batak - Batak Network

Ketika Balon Walikota Siantar Melirik Group Facebook AS

BECAK SIANTAR - Mengingat Pilkada Siantar 2015, Para Bakal Calon (Balon) Walikota berlomba-lomba membuat status di Group Facebookers Anak Siantar. Ada saja yang mereka tulis di WALL Group Facebook tersebut. Ntah itu sekedar menyapa, memperkenalkan diri, memberi pandangan ini dan itu dan lain sebagainya.

Ketika Balon Walikota Siantar Melirik Group Facebook Anak Siantar
Group Facebook Anak Siantar
Sampul / Cover Group Facebook Anak Siantar

Bila kita membaca status atau tulisan atau kiriman para Balon Walikota Siantar dan Tim Suksesnya tersebut sangatlah menarik sekali. Karena tidak sedikit yang menjadi bahan diskusi disana.

Tulisan ini pun sebenarnya terinspirasi dari salah satu Anggota Group Facebook Anak Siantar tersebut. Sebut saja namanya Saut (pengguna akun Saut Donatus Manullang Penuturkata Pemantunsantun). Simak di bawah ini pandangannya mengenai Manfaat group Facebook Anak Siantar.

GRUP FACEBOOK ANAK SIANTAR PANTASKAH DILIRIK OLEH BAKAL CALON WALIKOTA?

Menarik membaca beberapa kiriman dan komentar mengenai Siantar-1 2015, walaupun pilkot (baca: pemilihan walikota) dijadwalkan Oktober 2015, bursa balon walkot (bakal calon walikota) sudah beredar di grup Anak Siantar (seterusnya disingkat AS) tercinta. Tidak tanggung-tanggung bahkan ada beberapa nama yang berasal dari anggota grup AS sendiri.

Obrolan khas kedai kopi cukup intens akhir-akhir ini, seperti biasa ada yang menanggapi serius, ada yang tidak serius dan ada yang terlalu serius.

Di sela-sela obrolan serius, ada saja yang nongol hanya sebagai penyemarak lalu pergi begitu saja. Itu sudah khas grup AS. Tak usah dipusingkan. Banyak komentar anggota menunjukkan kepedulian kepada kemajuan kota tercinta. Bahkan tidak sedikit anggota yang aktif justru datang dari mereka yang berdomisili di luar Siantar. Harapan-harapan akan terwujudnya kota yang mandiri dan sejahtera juga menjadi bumbu yang patut untuk direnungkan oleh balon walkot. Semua bermimpi mendambakan "Siantar is a new heaven city for every one" Hehe... mulai lebay nih!

Kembali ke judul di atas, saya ingat ada komentar sebelum pileg lalu yang mengatakan bahwa grup anak siantar ini tidak memiliki pengaruh besar dalam meningkatkan keterpilihan seseorang yang ikut serta dalam pileg. Alasannya karena banyaknya anggota grup yang bukan pemilik suara di Pematang Siantar.

Pendapat ini ada benarnya. Tapi harus diingat pileg itu tidak sama dengan pilpres atau pilkot, karena kandidat pileg sangat banyak, dan dari banyak partai pula. Sedangkan pilpres dan pilkot pesertanya hanya sebilangan jari.

Buktinya ketika Pilpres kemarin, semarak pilpres bergema di AS. Suara anggota AS jelas-jelas terpecah menjadi 2 kelompok besar. Bagi yang sering menyimak bisa menyimpulkan kelompok mana yang lebih besar dari yang lain. Tak usah disebut.

Berkaca dari pilpres lalu, dalam pilkot 2015 nanti, menurut hemat saya, tak ada ruginya jika kandidat, timses, relawan dan pendukung berbagi informasi mengenai sosok cawalkot yang akan bertarung menuju Siantar-1. Bagaimanapun media sosial sudah merupakan salah satu media efektif yang bisa mempengaruhi para pemilih. Pilpres 2014 sudah membuktikan.

Memang benar anggota grup AS hanya 10 ribuan, dan tidak semua memiliki hak suara. Namun saya mengajak anda sekalian untuk melihat hal-hal berikut yang patut dipertimbangkan yaitu;
  1. Sebagian anggota AS berdomisili di Pematangsiantar dan memiliki hak suara.
  2. Para perantau (bukan pemilik suara) bisa saja mempengaruhi keluarga, sanak saudara dan kolega yang masih menetap di Siantar untuk memilih.
  3. Media ini bisa dijadikan sosialisasi cawalkot secara gratis dan dapat berinteraksi langsung dengan pemilih jika berkenan.
  4. Efek domino dari setiap posting bisa saja dibagi (share) ke dinding masing-masing anggota dan dibaca teman lain di luar grup.
  5. Dari grup ini bisa saja mendapatkan ide atau informasi yang tidak terbayangkan sebelumnya. Ini menyangkut penyusunan strategi pemenangan.
  6. Bisa memahami dan menyelami isu apa yang sedang berkembang di akar rumput, karena grup ini sering menyajikannya.
  7. Walau tak banyak yang aktif, anda harus mempertimbangkan anggota di posisi "silent reader" (diam-diam membaca). Silent reader pemilik suara biasanya memiliki pengamatan yang lebih tajam dalam menilai kandidat. 
Memang grup AS ini bukan penentu kemenangan, namun sekecil apapun peluang harus dimanfaatkan dengan baik. Yang pasti dari grup ini pasti akan memilih anda. Walau dalam hitungan jari. Namun jangan mengecilkan jumlah yang kecil, karena jumlah besar datang dari gabungan jumlah kecil. Katakanlah hanya 1000 orang pemilik suara pilkot di grup ini (saya yakin lebih), dampak tsunami/efek dominonya bisa saja melebih angka 10 ribu. Karena satu orang akan mengabarkan dan mempengaruhi minimal 4 orang anggota keluarganya. Nah tinggal ambil sempoa dan memainkan jari untuk mengkalkulasikannya.

Contohnya ketika Pilpres kemarin, di pilpres saya memantapkan diriku, keluargaku, mengajak tetangga-tetanggaku, rekan-rekan kerjaku, menyebarkan informasi positif, mengklarifikasi informasi negatif dan fitnah kepada Jokowi. Aku mengompori siluman-siluman kenalanku untuk melawan demit-demit yang gentayangan di media sosial menyebarkan kebencian kepada Jokowi ke dada orang-orang dengan bisikan ke dalam hati. Dan alhamdulillah, Jokowi menang. Asyik khan? Heheheheeeh

Tapi itu semua tergantung cara kandidat memoles diri untuk dijual. Jika tidak pintar berdandan , bersolek dan mengerti kemauan audiens tentu akan sepi peminat. Hanya ada beberapa efek negatif di media sosial termasuk grup ini, yaitu akan banyak tanggapan, kritik, sarkasme, sindiran, hujatan bahkan mengarah fitnah. Bisa dibayangkan para pendukung dari masing-masing kandidat akan saling serang seperti waktu pilpres kemarin.

Mental dan kekuatan batin para kandidat, pendukung dan relawan akan diuji. [Saut Donatus Manullang Penuturkata Pemantunsantun]

Bagaimana menurut Anda mengenai "Ketika Balon Walikota Siantar Melirik Group Facebook Anak Siantar". Paparkan ide dan pikiran dan komentar Anda pada kolom yang telah disediakan.
loading...

No comments

Berkomentarlah Sesuai Topik. Jangan pasang link atau link tersembunyi di dalam komentar, karena akan kami hapus (pilih Name/URL bila ingin menuliskan URL / Link anda). Kami tidak betanggung jawab Isi komentar anda, oleh karena itu, berlakulah sopan.

Powered by Blogger.