Header Ads

Semua Tentang Batak - Batak Network

Para Pencibir Susi Pudjiastuti Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Kerja Jokowi-JK

BECAK SIANTAR - Sebenarnya nama Susi sudah tidak asing buatku. Soalnya adikku yang paling kecil punya nama yang sama. Makanya pas suara Jokowi di TV menyebut nama "Susi" sebagai Menteri, aku langsung lari-lari dari kamar mandi menuju ruang TV. Dan... ah sial, ternyata bukan Susi adikku, kirain adikku, tak tahunya Susi yang lain. Susi Pudjiastuti, Wajah yang di tivi telalu tua untuk usia adikku.

Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Kerja Jokowi-JK
Net
Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Kerja Jokowi-JK

Aku kecewa!
Ternyata bukan hanya aku yang kecewa, banyak orang yang kecewa dan pake galau segala. Hujatan dan cibiran kepada ibu Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Kerja Jokowi-JK ini tak henti-henti.

Alasannya ibu menteri ini cuma lulusan SMP. "CUMA TAMAT SMP kok jadi MENTERI" begitu cibirannya. Bahkan relawan Jokowi dalam "KOMPAK' meminta Jokowi untuk mengganti ibu Susi. Menurutku orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang sulit untuk "move-on". Siapa mereka?

Para Pencibir Susi Pudjiastuti Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Kerja Jokowi-JK

1. Orang yang masih Berpikir konservatif atau kolot atau kuno.
Yang diketahui adalah orang pintar itu hanya yang lulus sekolah setinggi-tingginya bila perlu lulusan dari luar negeri. Biasanya orang ini memandang sebelah "ketek" orang lain yang tidak memiliki izajah akademis.

2. Orang yang sepaham dengan Muslim Muin (Pakar dari ITB) yang mengatakan "Ngaco" Mengangkat Susi jadi menteri.
Merasa lebih pakar tapi tak pernah berbuat apa-apa selama ini. Atau mereka para pemuja selembar ijazah akademis, dan gelar seabrek-abrek, merasa lebih pakar "siboto saluhut" (bahasa batak artinya yang tahu segalanya) tapi gak bisa jadi menteri. Orang seperti ini biasanya suka "pajang-pajang" ijazah atau surat sertifikat berjejer-jejer lengkap dengan bingkai emas di ruang tamu. Kalau ada tamu di pintu akan mengatakan: "Ehh...Silahkan masuukkkkk!" sambil kedua tangannya mengarah ke jejeran bingkai izajah atau sertifikat yang di dinding tepat di depan pintu.

3. Orang yang lulusan lebih tinggi dikiiiiit saja, sudah merasa terhina dina.
Orang ini tahunya tamat SMP itu harusnya jadi pembantu rumah tangga, buruh kasar, pelayan toko dll.

4. Orang yang tak tahu apa-apa, tak tau mau komentar apa-apa. 
Orang dalam kategori ini adalah mereka-mereka yang hanya ikut aja apa yang diomongin orang, meskipun itu tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Atau malah biar dikira gaul dan ikutin perkembangan berita.

ALASAN JOKOWI MEMILIH IBU SUSI
Memang pendidikan formal itu penting, bahkan sangaaaatt pentiiiiing sekali. Tapi untuk kasus ibu Susi harusnya dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Orang biasanya tak berani keluar dari pakem.

Lihat Jokowi! Beliau seorang pemberani. Berani menunjuk tamatan SMP untuk menjadi menteri. Jokowi pasti punya alasan yang kuat untuk itu.

Ibu Susi sendiri kaget saat ditunjuk jadi menteri. Maka ibu Susi bertanya kepada Jokowi kenapa memilih dia. Jokowi menjawab dengan enteng, "Saya memang butuh orang 'gila' untuk melakukan terobosan." Lalu, Susi pun tertawa mendengarnya.

Jokowi saja yakin Ibu Susi punya karakter untuk melayani, seperti ia yang sigap menggendong ibu yang sudah sepuh ini.

Ibu Susi ini juga disebut fasih 3 bahasa asing dan "fast learner". Masihkah mencibir?

Salam tabik erat, Parjalpis,Siantarcity

Oleh: Saut Donatus Manullang PenuturkataPemantunsantun (Anggora Group Facebookers Anak Siantar).

loading...

No comments

Berkomentarlah Sesuai Topik. Jangan pasang link atau link tersembunyi di dalam komentar, karena akan kami hapus (pilih Name/URL bila ingin menuliskan URL / Link anda). Kami tidak betanggung jawab Isi komentar anda, oleh karena itu, berlakulah sopan.

Powered by Blogger.