Header Ads

Semua Tentang Batak - Batak Network

Amani Lopes Mencari Wejangan di Gua Kampret [Pojok Senyum]

BECAKSIANTAR.COM - Tulisan ini merupakan sebuah Catatan dari Kawan Saut Donatus Manullang Penuturkata Pemantunsantun, salah satu Anggota Facebooker Anak Siantar. Anggaplah tulisan sebagai Pojok Senyum atau cerita lucu atau komedi. Simak selanjutnya di bawah ini

Amani Lopes Mencari Wejangan di Gua Kampret [Pojok Senyum]
Ilustrasi

Amani Lopes bingung. Pasalnya dia ditargetkan harus menang kompetisi sepakbola tarkam oleh Pak keplor mewakili Kampung ParJalpis. Jika tidak, Keplor akan memecatnya jadi warga Jalpis semalam-malamnya. Baginya tugas itu super sulit, mengingat beliau sendiri belum pernah teruji sebagai pelatih. Pengennya sih konsultasi sama Sir Alex Ferguson, gak punya UANG, pengen minta nasihat Ancelotti gak ada DUIT. Mau nemuin Pep Guardiola "dang hadoong kepeng".

Akhirnya Amani Lopes mengambil jalan pintas pergi ke GUA KAMPRET untuk meminta petunjuk dan nasihat dari dedemit penghuni gua. Tak lama semedi duduk bersila, terdengar suara tawa menggema membahana dari dalam gua yang gelap-gulita. "Huaahahahahaaa..."

A. Lopes (gemetar): "A..a.a.. Ampun Om Jin! Maafkan telah mengusik tidurmu!"

Jin : "Hemmm.. ada apa gerangan engkau mengusikku kisanak?"

A. Lopes : "Hamba butuh bantuan Om Jin!"

Jin : "Ehmmm.. OK ajukan satu permintaan, akan kukabulkan!"

A. Lopes : "Loh, maaf Om Jin, biasanya khan 3 permintaan Om Jin?"

Jin : "Enak aja lo! Saya itu Jin Siantar, bukan Jin di Tivi sana. Makanya jangan banyak nonton iklan!"

A. Lopes : "Baiklah, saya hanya minta nasihat atau wejangan saja!"

Lalu Amani Lopes curhat panjang lebar kali tinggi dalam lingkaran tentang permasalahan yang membuatnya selama ini galau. Inti curcolnya adalah bagaimana agar tim nya nanti memenangkan kompetisi sepakbola tarkam.

Jin : "Hemm.. Baiklah. Kapasitasmu sebagai pelatih sangatlah complicated bin rumit. Inilah wejanganku sesuai permintaanmu:

"Pertama-tama kamu harus bentuk kesebelasan yang kuat yang terdiri dari orang-orang berkualitas, self-motivated namun dapat berkolaborasi. Dan yang penting turut kepada pola yang telah ditetapkan pelatih. Kamu harus jeli dalam menganalisa potensi masing2 individu dalam tim. Lihat dulu motivasinya untuk apa bergabung. Jangan asal comot sana, comot sini. Boleh memanggil banyak calon pemain, tapi ingat, harus diseleksi sebaik mungkin. Dan yang terpilih adalah yang benar-benar terbaik. Sisanya persilahkan untuk duduk di kursi penonton sebagai suporter saja. Bukankah jumlah pemain terbatas untuk didaftarkan ke Panitia Komite Persepakbolaan Umat?

"Kamu harus bisa menempatkan siapa yang tepat sebagai officials, penyerang/striker, pemain tengah, belakang dan penjaga gawang. Jangan hanya terkesima dengan pemain yang pintar dan genius. Memang sangat dibutuhkan tapi tak akan berpengaruh besar jika hanya pintar bermain untuk dirinya sendiri. Karena sebuah tim itu harus memiliki ritme dan kerjasama yang baik satu dengan yang lain, Perlu penyelarasan visi dan misi dalam tim. Coba bayangkan jika 11 pemain, semua jadi striker maju ke depan hanya untuk mencetak gol. Apalagi agar mendapat pujian paling hebat seantero dunia mengalahkan Messi. (Sorri buat penggemar Ronaldo)"

"Pilihlah para pemain yang benar-benar hebat di lapangan, bukan sekedar hebat bicara di ruang ganti atau warung kopi. Beri perhatian khusus kepada pemain yang TERLALU semangat bin over acting. Semangat yang wajar-wajar saja. Semangat yang datang dari hati dan jiwa, bukan dari mulut dan perilaku. Karena apapun yang dilakukan pake "TERLALU" perlu dipertanyakan motivasinya. Jangan sampai Bang Rhoma berkomentar : TERLALUUUU!! "

‪#‎Bla‬...bla...bla...

"Masing2 pemain harus bisa memaksimalkan kontribusi dalam permainan, bahu-membahu. Boleh agak nakal dikit, Tekel lawan dikit 'gapapa tapi saat mendesak saja, hati-hati kena "semprit" dan dikartu merah (baca:melanggar aturan). Lalu ada baiknya untuk menghadang satu lawan, tak perlu rame-rame sampai 11 pemain, itu namanya buang-buang energi saja."

#Bla..bla..bla...

"Jangan mudah terprovokasi lawan, bisa jadi itu merupakan bagian dari strategi lawan untuk memecah konsentrasi timmu. "Oh ya, salah satu pesohor lapangan hijau era 70-an, Ruud Krol pernah mengatakan "Football is not art, but there is "an art" to playing good football". Pahusor-usorlah lapatanyna dibagas rohamu ya Amani Lopes... "


"Sudah ah, segitu aja..dah kering mulutku."

A. Lopes : "Terimakasih banyak Om Jin, tausiyahnya sangat menyejukkan. Plong rasanya!

Jin : "Badewe, kapan kompetisinya dimulai, kali aja bisa nonton?"

A. Lopes : "Duh, masih jauuh Om, sekitar setahun lagi. Baiklah, Kalau begitu saya mohon pamit Om Jin."

Jin : "Eittss..tunggu dulu! Dari tadi kamu dimari belum bakar dupa, kemenyan, bakar rokok, bawa makanan2 enak sebagaimana orang-orang yang sering ke sini, semedi meminta nomor togel."

A. Lopes : "Emmmm eh..anu Om Jin, kelupaan tadi!"

Jin : "Ya udah! Ntar pas di mulut gua sebelah kiri ada sebuah gentong, masukin saja uang pengganti sesembahanmu ke dalam. Saya terima "cash" kok...Heheheheheh....

‪#‎Tepat_di_mulut_gua‬

A. Lopes :‪#‎Sial‬! Kirain gratis, Masak BEGU pun mata duitan!" (sambil masukin lembaran merah dari dompet)

Suara dari dalam gua :"Hueeehheehee No free Lunch, bro! Goarna pe BEGU HEPENG....huahuaaaaa,,,,,,"

TAMMAT

NB: Pesan moral cerita ini sesuai dengan selera masing-masing. Tausiyah = pesan/nasihat.

Catatan: Saut Donatus Manullang Penuturkata Pemantunsantun,
Salah satu Anggota Facebooker Anak Siantar
loading...

No comments

Berkomentarlah Sesuai Topik. Jangan pasang link atau link tersembunyi di dalam komentar, karena akan kami hapus (pilih Name/URL bila ingin menuliskan URL / Link anda). Kami tidak betanggung jawab Isi komentar anda, oleh karena itu, berlakulah sopan.

Powered by Blogger.