Header Ads

Semua Tentang Batak - Batak Network

Ironis Tak Ada Lagi Tano Batak

BECAKSIANTAR.COM - Horas ma di hita saluhutnya. Bila kita bicara Batak tentu tidak lepas dari Pulau Samosir atau Tano (Tanah) Batak. Bahkan, Tano Batak sudah menjadi sebuah trademark di kalangan suku Batak sendiri. Termasuk saya (BecakSiantar.Com). Seorang Maestro Suku Batak, sebut saja Sidik Sitompul (S. Dis), membuat sebuah Lagu tentang Tano Batak, yang berjudul: O... Tano Batak.

Danau Toba Pulau Samosir - Ironis Tak Ada Lagi Tano Batak

Lagu ini acap kali dilantumkan di setiap Acara Pesta bagi Orang Batak. Bahkan, anak perantau seperti saya, senang mendengarkan Lagu karya sang legenda ini. Demikian lirik lagunya.

Lirik Lagu O Tano Batak

O Tano Batak, HaholonganHu
(O Tanah Batak, KesayanganKu)
Sai na Masihol do Au tu Ho
(Selalu Rindu Aku padaMu)
Dang olo modom dang nop MatakKu
(Tidak mau Tidur tidak bisa terpejam MataKu)
Sai namalungun do Au
(Aku selalu Rindu)
Sai naeng tu Ho
(Selalu ingin Pulang ke Tanah Batak)

Molo dung Binsar mataniAri
(Jika sudah Terbit Mata Hari)
Lao manondangi Hauma I
(Untuk Menerangi Ladang,Sawah itu)
Godang do Ngolu siganup Ari
(Banyak Kehidupan setiap Hari)
Mambahen masihol do Au
(Membuat Aku Rindu)
Sai naeng tu Ho
(Selalu ingin Pulang ke Tanah Batak)

O Tano Batak, Andigan Sahat
(O Tanahk Batak, Kapan ada Waktui)
DapothonoHu Tano Hagodangan Hi
(Akan pergi Aku ke Tanah yang Banyak itu)
O Tano Batak sai Naeng Hutatap
(O Tanah Batak,Selalu ingin Ku tatap)
Au on naeng Mian di Ho
(Aku sangat ingin MelihatMu)
Sambulon Hi
(O Tanah AsalKu)

Sayang sungguh sayang, Lagu O Tano Batak kebanggaan orang Batak di atas, saat ini akan terasa hampa. Bukan karena terlalu sering dinyanyikan (biasanya lagu O Tano Batak menjadi lagu wajib bagi orang Batak), melainkan karena "Tak Ada Lagi Tano Batak".

Sungguh Ironis bukan...

Blog Rumah Karya Indonesia, salah satu media sosial memaparkannya dalam tulisan dengan judul "Tak Ada Lagi Tano Batak". Berikut tulisannya.

Tak Ada Lagi Tano Batak
Tulisan ini di adopsi dari Blog Rumah Karya Indonesia

Sekarang ini sudah tak ada lagi yang namanya Tano (tanah) Batak. Semua tanah di sekitar kawasan Danau Toba yang selama ini dikenal sebagai Tano Batak sudah dikapling dan dijual kepada investor. Bahkan tanah-tanah adat juga ikut dieksploitasi. Dengan kenyataan itu, maka sesungguhnya orang Batak sudah kehilangan salah satu yang paling mendasar dalam kebudayaannya.

Tanah tidak bisa dipisahkan dari kebudayaan Batak. Dalam budaya Batak, tanah terbagi atas beberapa fungsi. Terutama tanah adat. Secara komunal (bersama) ada tano parmahanon (penggembalaan) tano pangulaan ( bercocok tanam). Tanah itu boleh digunakan, tetapi tidak bisa dimiliki perorangan,” jelas Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Roganda Simanjuntak, ketika markombur di Jong Bataks Arts Festival, 30 Oktober lalu.

Kini seiring dengan hilangnya peran bius dan perangkat adat lainnya, pengelolaan tanah adat itu tak lagi diterapkan. Bahkan tanah adat telah banyak yang hilang. Tepatnya dirampas para investor. Salah satu kasus seperti yang dikemukakan Sitanggang, salah seorang korban perampasan tanah asal Samosir, yang ikut markombur di Lapo Jong. Sitanggang mengisahkan perjuangan selama bertahun-tahun merebut kembali tanah leluhurnya itu, tetapi sampai sekarang belum membuahkan hasil. Ia mengaku sering diteror bahkan pernah dicederai orang tak dikenal.

Soal tanah adat memang seksi untuk dibicarakan. Bukan hanya investor atau pemerintah yang bermain, tapi juga orang-orang kampung, termasuk keluarga si pemilik tanah. Fakta ini kami temukan di beberapa kasus yang pernah kami tangani,” kata Toni.

Jangan-jangan karena banyak orang Batak yang sudah tak mengenal adatnya lagi, maka tanah adatnya pun hilang,” celetuk Hendra Ginting. Hendra pun mengisahkan pengalamannya. Tanah keluarganya juga ikut hilang. Setelah dilacak, tahu-tahunya tanah itu sudah diambil orang dengan memalsukan surat tanahnya.

Ah, zaman sekarang apa yang tak bisa dikerjakan orang. Jangan-jangan itu kerjaan para perantau, atau NGO bekerjasama dengan orang setempat. Soalnya kan mereka yang tahu mana tanah yang kira-kira bisa dicaplok. Maklum dulu kan tak ada surat-surat. Apalagi jika statusnya tanah adat. Kalau pun ada, gampang aja dimanipulasi,” celoteh Jones yang mengaku pernah berhadapan dengan mafia tanah.

Selain tak lagi punya tanah, orang Batak juga tak punya tokoh yang bisa menjadi panutan. Kalau pun ada yang menonjol, justru mereka-mereka itu yang sering membuat keributan di tanah leluhurnya sendiri. Jangan-jangan selama ini mereka yang menggadang-gadang tanah adat orang Batak,” aku Aquardes Pakpahan, di markombur itu. ***

Danau Toba Pulau Samosir - Ironis Tak Ada Lagi Tano Batak

Ah... akankah kita kehilangan TANO BATAK kebanggaan kita, akankah kita menjadi tamu di tanah kita sendiri, akan kah kita tergusur dari tanah milik kita?, Oh... Tano Batak HaholonganHu.

Apakah kita masih bangga menyanyikan Lagu O Tano Batak sementara Tano Batak dimiliki Orang Lain. O Tano Batak, HaholonganHu... Nasibmu Kini.


Bagaimana menurut Anda. Horas. Tuhan memberkati.
loading...

2 comments :

Berkomentarlah Sesuai Topik. Jangan pasang link atau link tersembunyi di dalam komentar, karena akan kami hapus (pilih Name/URL bila ingin menuliskan URL / Link anda). Kami tidak betanggung jawab Isi komentar anda, oleh karena itu, berlakulah sopan.

Powered by Blogger.