Header Ads

Semua Tentang Batak - Batak Network

Menjadikan Siantar Kota Wisata!

BECAKSIANTAR.COM - Ketika berbicara kota Pematangsiantar yang melekat sering sekali adalah “kota preman,” setidaknya itu adalah persepsi publik di yang diluar kota Pematangsiantar. Sebutan “Siantar-man” pun melekat buat kota yang telah memasuki usia Ke-144 pada 24 April 2015 ini karena alasan diatas.

Menjadikan Siantar Kota Wisata! - Dirgahayu Ke-144 Kota Sejuk Pematangsiantar , Oleh Jon Roi Purba
Ist
Jon Roi Purba - Penulis
Cukup berasalankah ketika masyarakat/publik mengatakan bahwa Siantar adalah kota yang terbilang banyak “preman?” Hal ini menjadi pertanyaan penting sekaligus perenungan bagi warga Siantar dan pemerintah kota Pematangsiantar. Jika pun kita tak sepakat dengan hal ini namun persepsi publik yang sudah melekat sulit di hilangkan. Namun, bukan tidak mungkin.

Selain hal diatas kota Siantar juga dikenal dengan becaknya. Becak Siantar menjadi salah satu ikon bagi kota yang mempunyai 8 kecematan ini. “Becak Siantar” itulah yang menjadi sebutan transfortasi publik yang cukup digemari siapa saja yang berkunjung ke Pematangsiantar. Untuk transfortasi publik becak yang digerakkan BSA ini menjadi pilihan wajib. Sayang tidak dikelola dengan baik.

Becak Siantar memang mempunyai daya tarik sendiri. Becak yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda ini saat ini sudah berkurang jumlahnya untuk menghiasi jalanan di kota yang terkenal juga dengan Mie Pansitnya. Tentu saja dengan nilai sejarah yang tinggi Becak Siantar perlu di lestarikan dan diatur secara khusus.

Terkait dengan pelestarian nilai sejarah dan budaya, sesungguhnya para elite di pemerintahan sedang mendesak lahirnya Peraturan Daerah (Perda) untuk medorong upaya pelestarian nilai sejarah dan budaya dan dalam hal ini salah satunya adalah pelestarian Becak Siantar. Saat ini Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) sedang di godok di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Pematangsiantar. Namun, kinerja DPRD terbilang lambat dan terkesan ingin memanfaatkan keuntungan dari pembahasan Raperda ini dengan studi banding ke kota lain di Indonesia.

Penulis ingin melihat wajah kota Siantar dari dua poin diatas. Setidaknya dua poin ini akan bisa menghantarkan kita pada gambaran kota yang sudah dipimpin 17 Wali Kota. Menjadi kota wisata adalah hal yang sangat mungkin.

Permasalahn premanisme sesungguhnya tidaklah hanya ada di kota Siantar. Maraknya belakangan ini tentang aksi begal di berbagai kota di Indonesia membuktikan aksi premanisme masih menyebar. Kota Siantar mendapatkan predikat ini di publik tentu menjadi presenden buruk. Seperti yang sudah saya singgung diatas tak ada kita warga Siantar yang setuju dengan hal ini. Namun, kita tak cukup mengatakan tak setuju, harus ada tindakan nyata baik dari masyarakat dan pemerintah.

Cara yang paling efektif menurut penulis adalah dengan menjunjung tinggi nilai-nilai positif yang ada di kota sejuk ini. Salah satu poin penting untuk menggeser presenden buruk itu adalah dengan menjadikan kota siantar menjadi kota wisata di Sumatera Utara. Ini sangat mungkin terjadi.

Penulis coba mengajak kita pada satu kota di Indonesia yang menarik perhatian wisatawan lokal maupun manca Negara. Yogyakarta barangkali adalah satu contoh yang bisa menjadi motivasi. Di kota ini sesungguhnya hal menarik itu sangat sederhana, namun bagaimana masyarakat dan pemerintah mengemasnya. Artinya perlu kerjasama antara masyarakat dan pemerintah untuk mengemas sebuah kebijakan untuk menjadikan tujuan wisata.

Contoh kecil misalnya adalah lokasi Malioboro. Malioboro adalah salah satu nama jalan di Yogyakarta, yang kemudian menjadi ikon wisata yang wajib dikunjungi wisatawan. Apa yang kita bisa lihat di Malioboro? Ya, penulis katakana hanya sebuah tempat belanja cendera mata wisatawan untuk di bawa pulang. Hanya itu? Ya. Sekali lagi bagaimana cara mengemansnya, selain masyarakat juga terlibat dalam kegiatan pariwisata di ruah sendiri.

Di Pemtangsiantar kita punya “Pasar Horas.” Namanya cukup khas dan menunjukan identitas kota itu sendiri. Hal ini juga bisa dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi sesuatu yang lebih. Apalagi letak Pasar Horas di tengah kota. Ini tentu saja menjadi peluang besar untuk mewujudkan kota wisata. Tentu saja dengan polesen-polesen kebijakan yang membuat terorganisir dengan baik. Misalnya memperhatikan tata pasar dan kebersihanya.

Jika di sekitaran Malioboro transfortasinya adalah “Andong,” maka di Siantar seperti yang telah kita singgung tadi “Becak Siantar.” Lagi-lagi penulis mau katakan hal ini adalah peluang. Maka dari itu upaya pelestarian nilai budaya dan sejarah bisa dipercepat dan bisa lebih melindungi salah satu benda cagar budaya “Becak Siantar.”

Becak Siantar - Dirgahayu Ke-144 Kota Sejuk Pematangsiantar

Kota Pematangsiantar mempunyai banyak potensi yang bisa dikemas untuk menjadi kota wisata bukan lagi menjadi kota preman. Sebutan “Siantar-man” juga bukanlah sebutan bagi aksi negative tetapi melalui karya-karya nyata yang lebih positif. Mari kita jadikan Kota yang berpenduduk 236.947 jiwa (Tahun 2012) ini menjadi lebih baik.

Kini 144 tahun sudah usia Kota Pemtangsiantar. Pada akhir tahun ini pula Pematangsiantar adalah salah satu yang akan mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak se-Indonesia. Artinya akan melahirkan pemimpin baru. Kita berharap para calon pemimpin mempunyai arah jelas dalam pembangunan kota Siantar. Sudah seharusnya Siantar bisa berbicara banyak.

Publik merindukan pemimpin yang bukan sekedar janji politik, tetapi di usia yang semakin matang ini pemimpin diharapkan mampu membawa kota Siantar lebih baik, setidaknya ide dari penulis menjadi Siantar menjadi kota wisata. Publik menantikan siapa pemimpin yang bisa mewujudkan “Siantar Kota Wisata.”

Dirgahayu Ke-144 Kota Sejuk Pematangsiantar.

Menjadikan Siantar Kota Wisata!
Oleh: Jon Roi Purba

Penulis adalah Mahasiswa Magister Administerasi Publik UGM Yogyakarta, pernah tinggal di Kota Pematangsiantar.

Tulisan ini telah dipublikasikan di: LintasPublik.com
loading...

No comments

Berkomentarlah Sesuai Topik. Jangan pasang link atau link tersembunyi di dalam komentar, karena akan kami hapus (pilih Name/URL bila ingin menuliskan URL / Link anda). Kami tidak betanggung jawab Isi komentar anda, oleh karena itu, berlakulah sopan.

Powered by Blogger.