Header Ads

Semua Tentang Batak - Batak Network

Ketika Kejujuran Sebuah Harga Mahal di Dunia ini

BECAKSIANTAR.COM - Seandanya Tulisan "Ketika Kejujuran Sebuah Harga Mahal di Dunia ini" Karya Simsim Sitohang di bawah ini benar-benar terjadi di Indonesia (Pemimpin, baik Kepala Daerah sampai kepala Desa), Negara kita tidak akan sampai mengimport beras dan para Begal bisa dihilangkan dari imuka ibu pertiwi. Lebih lanjut, simak di bawah ini kisahnya.

Pada suatu hari ada seorang ibu tua yang sudah pikun berangkat dari rumah ingin pergi ke suatu tempat, orang tua ini adalah ibu dari seorang Raja yang disegani musuh-musuhnya, seorang ibu tadi memanggil pelayaan kerajaan untuk mendampinginya berjalan ke sebuah desa karna sudah pikun ibu ini lupa nama desa yang akan dituju, dan akhirnya sampailah mereka ke sebuah desa yang penduduknya malas, dan suka mencuri. Lantas karna mereka membawa bekal seadanya mereka taruh di tanah sambil istrahat.. tiba-tiba barang bawaan si ibu hilang dan pelayan kebigungan karna isi bekal itu adalah makanan. Si ibu sudah lapar, maka dicari bekal tersebut tapi sayang tidak juga ditemukan.

Ketika Kejujuran Sebuah Harga Mahal di Dunia ini

Lantas mereka mencoba meminta makanan kepada warga desa dan tidak ada yang mau memberi (biasa mereka banyak yang malas), lantas si ibu berseru: Oh anakku... begitu lama engkau jadi raja di tanah yang subur dan sejuk ini namun masih banyak juga rakyatmu yang tidak peduli terhadap orang yang membutuhkan pertolongan'.

Si ibu kemudian lemas dan mengatakan pada pelayanan "jika anakku datang suruh dia menolong masyarakat malas dan suka mencuri ini".

Terdegarlah kabar kepada sang raja bahwa ibunya kelaparan di sebuah desa yang jauh akibat bekalnya yang dicuri orang.

Maka raja berang dan mengumpulkan bala pasukan dan seluruh kekuatan kerajaan untuk mengepung desa itu!!

Raja: "saya perintahkan kalian semua pasukan kepung desa itu, jangan satupun yang keluar dan cari dimana pencuri bekal ibu saya..."

Serentak pasukan: "siap paduka raja!, kami akan laksanakan perintah dengan segera..."

Ketika semua pasukan sudah tiba ke desa itu dan raja langsung mencari ibunya dan memeluknya karena badannya sudah lemas maka si ibu diberikan makanan dan minum, lantas makin murka lah raja dan berkata semua penduduk di desa ini: "tangkap!!! Dan bawa ke istana untuk dihukum didepan Rakyat". Maka ketakutanlah rakyat desa itu dan semua, ada yang menangis dan bersedih...

Namun si ibu mengatakan: "Anakku jangan kamu lakukan itu, lihatlah desa ini penduduknya malas, pencuri padahal desa ini subur, sejuk dan bisa sejahtera..."

Lantas raja mengatakan: "jadi ibu apa yg harus saya lakukan??"

Ibu itu mengatakan: "cerdaskanlah mereka, lindungi mereka,.. dan sejahterakan mereka agar pencurian, kepedulian dan saling menolong dapat tumbuh didesa ini, sifat iri, dengki dan malas jauh dari sifat mereka. dengan begitu maka rakyatmu akan semakin disegani musuhmu..."

Karena permintaan si ibu maka rajapun harus menarik omongannya untuk menghukum rakyat desa itu, kemudian raja membuat kebijakan dan mengirim para ahli tani dan bagunan untuk mengajar didesa ini..

Semakin banyaklah rakyat desa itu pandai bercocok tanam, mendirikan rumah yang layak, membuat kandang ternak, berlimpah ruahlah hasil panen ternak, pertanian. Sehat dan cerdaslah anak-anak mereka, tidak lagi malas, tidak lagi mencuri dan peduli mau menolong orang yang butuh pertolongan.

Melihat itu raja pun senang dan ibu rajapun berkata: "Anakku jika aku mati buatlah tanda hiduplah dengan kejujuran".

Karya : Simsim Sitohang
loading...

1 comment :

  1. artikelnya sangat menarik dan bermanfaat gan.. sungguh luar biasa dan sangat mendidik.
    terimakasih gan

    ReplyDelete

Berkomentarlah Sesuai Topik. Jangan pasang link atau link tersembunyi di dalam komentar, karena akan kami hapus (pilih Name/URL bila ingin menuliskan URL / Link anda). Kami tidak betanggung jawab Isi komentar anda, oleh karena itu, berlakulah sopan.

Powered by Blogger.